Roso Andarbeni

May 11, 2010 Leave a comment

Roso Andarbeni atau rasa memiliki tidak timbul dengan sendirinya. Perlu dikondisikan, dipupuk dan diemong. Dalam konteks keluarga besar seperti CU Sawiran, rasa ini mutlak diperlukan dan wajib dilaksanakan.

Tanggungjawab untuk menumbuhkan roso andarbeni adalah tanggungjawab SEMUA orang (anggota) namun secara kelembagaan, pengurus, pengawas dan manajemen Sawiranlah yang bertanggungjawab untuk menanam, memupuk, menyirami dan ngemong. Dalam menjaga, dilakukan secara bersama sama
Singkatnya, rasa ikut memiliki bisa tumbuh dan ditumbuhkan dalam konteks kebersamaan, yang di dalamnya ada rasa saling percaya, saling asah-asuh dan sifat hubungannya adalah kita. Aku dan kamu. Tidak ada “dia” di dalamnya. Just between us, atau kulo kalian panjenengan.

Selama menjadi anggota di Sawiran, secara pribadi saya merasakan bahwa pemupukan, peniraman dan penjagaan rasa ikut memiliki ini sudah dilakukan oleh pengurus dan manajemen CU. Keramahan sudah. Buletin Metro sebagai media pendidikan juga sudah. RAT juga tidak dilupakan.

Lalu apa yang kurang? Ternyata masih ada “pihak ketiga” di antara kita. Ya, dana pihak ketiga yang masih beredar di CU Sawiranlah yang saya maksud.
Apakah adanya dana pihak ketiga yang beredar di CU ini buruk? Tidak!
Faktanya, adanya dana pihak ketiga ini juga membantu Sawiran untuk bisa lebih eksis dan berkembang. Ini harus diakui. Akan tetapi, adanya “pihak ketiga” ini juga, diakui atau tidak, membuat rasa andarbeni dalam arti yang sepenuh dan seutuhnya sulit diwujudkan secara sempurna. Masih ada dia diantara kita, begitulah bunyi penggalan syair lagu lama.

Pertanyaannya sekarang adalah,”Haruskah si “dia” ini dihilangkan dari antara kita? Tidak mudah dan begitu saja kita menyetujui untuk menghilangkan si “dia”. Semua ada dampak dan harganya. Tetap mempertahankan si “dia” membuat kita keluar banyak ongkos. “Dia” tidak diparkir tanpa biaya. Kita harus bayar bunganya. Menghilangkan si “dia” bisa berdampak (walaupun tidak sistemik) terhadap modal CU. Secara sederhana, kalau modal CU berkurang, mungkin bisa berdampak pada kuantitas layanan. mana yang dipilih?
Kalau saya, akan memilih menghilangkan “si dia” karena CU sudah memiliki principal capital—kebersamaan anggotanya dan penyertaan modal sendiri yang terus dan tetap tumbuh (walaupun tidak fantastis). Kebersamaan inilah yang bisa dipoleh melalui edukasi.

Kapan dana pihak ketiga sebaiknya dihilangkan? Lebih cepat lebih baik! Tetapi tidak bisa grusa-grusu. Perlu planning dan target yang jelas disertai kesabaran. Ditingkatkannya jumlah simpanan wajib dari Rp 25.000 menjadi Rp 50.000 adalah salah satu cara terprogram dan terencana untuk mengurangi dan menghilangkan dana pihak ketiga. Ini adalah strategi bagus.

Yang diperlukan adalah tekad bersama untuk maju, saling percaya, satu rasa karena this is a business with heart. Beranikah kita berkomitmen untuk menghilangkan dana pihak ketiga dalam 5 tahun kedepan? Together We’re Better, Bersama Kita Lebih Baik !

Bayu Gunawan
Anggota CU Sawiran, TP Lawang

Categories: Sawiran

Profil Kopdit Obor Mas, Kupang

May 7, 2010 Leave a comment

ejak dulu, koperasi di NTT ibarat hidup enggan mati tak pun mau. Tapi tidak demikian dengan koperasi yang satu ini. Awalnya hanya sebuah arisan, tapi akhirnya berkembang menjadi koperasi moderen.

Itulah Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas di Maumere, Kabupaten Sikka. Selama ini, kinerja koperasi tersebut begitu bagus. Komitmen dan kerja keras pengurusnya telah memperlihatkan banyak bukti. Bahkan kemajuan koperasi yang beralamat di Jalan Kesehatan No 4, Maumere-Flores itu tak perlu diragukan lagi. Seantero Nusantara telah mengenalnya.

Hingga 30 September 2009, Kopdit Obor Mas memiliki 8.029 anggota. Asetnya mencapai Rp 126 miliar lebih. Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, kopdit ini telah memiliki lima kantor cabang. Pertama, Kantor Cabang Utama. Kedua, Kantor Agrobisnis, berikutnya pasar tingkat, Pasar Alok, dan terakhir Kantor Cabang Talibura.

Prestasi yang diukir koperasi ini pantas diacungkan jempol. Pasalnya, koperasi itu lahir dari sebuah arisan kecil-kecilan antara guru-guru SD (sekolah dasar). Arisan itu dibuat menyusul nasib guru pada tahun 1972, yang amat memrihatinkan.

Dari keprihatinan itulah, lahir kesepakatan dibuatkan arisan, dan dari kelompok arisan itu lahir koperasi hingga mengantar manajemen lembaga tersebut mewujudkan keberadaan Kopdit Obor Mas seperti sekarang ini.

Tumbuh kembangnya ide itu sesungguhnya datang dari Bapak Yosef Doing (alm), bersama Remigius S Parera (alm). Pasca terbentuknya kelompok arisan, dibentuklah Kelompok Usaha Bersama Simpan Pinjam yang dikenal dengan nama koperasi kredit (credit union). Kopdit itu dibentuk 4 November 1972, dengan nama CU Obor Mas.

CU itu didirikan kalangan guru-guru SD dan pegawai Tata Usaha (TU) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang PPO). Pemrakarsanya, Yosef Doing (alm), Remigius S Parera (alm), Y Lavanto Parera, St. Osisi da Lopez, G Bertholdus da Lopez (alm), dan Bertholomeus Tanga (alm).

Pada tahap awal, anggota koperasi itu berjumlah 98 orang. Simpanan awalnya Rp 105.500,00, yang kemudian diberikan kepada salah seorang guru SD dari Nele, Rp 100.000,00. Uang itu untuk keperluan nikah.

Pada 29 Oktober 1994, CU Obor Mas itu mendapat badan hukum dengan no 716/BH/XIV/X/1994. Sejak saat itu, nama CU Obor Mas diganti menjadi Kopdit Obor Mas.

Sejak berdiri hingga saat ini, koperasi ini bermotto “Dimulai Dengan Pendidikan, Dikontrol Melalui Pendidikan, dan Bergantung Pada Pendidikan.”

Karena itu, Kopdit Obor Mas selalu mengutamakan nilai-nilai pendidikan, mulai dari tingkat manajer, hingga anggota pada berbagai tingkatan pendidikan.

Berkat kesuksesan yang dilakukan manager kopdit ini, akhirnya Kopdit Obor Mas saat ini telah memiliki kantor yang megah berlantai tiga, hasil rekomendasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2000.

Saat itu, setiap anggota memberikan sumbangan Rp 100.000,00 yang dibayar dalam kurun waktu 40 bulan. Kantor yang megah itu pun mulai dibangun hingga rampung tahun 2006.

Pembangunan gedung kantor itu menelan biasa Rp 3 miliar lebih. Koperasi ini diresmikan oleh President ACCU-Thailand bersama Ketua Inkopdit pada 25 Maret 2006. Kopdit ini diberkati Uskup Maumere, Mgr. Vinsensius Sensi Potokota, Pr, 15 Juli 2006.

Proficiat Kopdit Obor Mas. Semoga bertambah umur kejayaan terus menebar perubahan dan kemajuan di bidang perekomian masyarakat NTT dan Flores.

PROFIL KOPDIT OBOR MAS
Per 30 September 2009

1. Jumlah Anggota 8.029 Orang
2. Jumlah Simpanan Saham Rp 32.485.586.762,-
3. Jumlah Tabungan Anggota Rp 26.962.235.248,-
4. Jumlah Tabungan Calon Anggota Rp 31.507.483.095,-
5. Jumlah Tabungan Pelajar Rp 12.019.437.196,-
6. Omset Pelayanan Pinjaman Sebulan Rp 10.000.000.000,-
7. Total Kekayaan / Aset Rp 126.446.487.432,-
8. Dana Cadangan Rp 8.527.566.824,-
9. Kantor Cabang 5 Unit
10. Jumlah Staf Pelaksana 45 Orang

Sumber : Kopdit Obor Mas, 2009

Categories: Article, Information

Biogas Jadi Energi Alternatif

May 6, 2010 1 comment

Dibalik kunjungan Mr. Matthieu Cognac (ILO JOY project manager) dan   Mr. Bernd Balkenhol (ILO Director for Social Finance Program from Geneva) ke CU Sawiran


Seorang ibu mengaduk kotoran sapi yang baru saja diambilnya dari kandang sapi miliknya. Tanpa rasa jijik, dia memilah ampas kotoran ternak itu lalu memasukkannya ke plastik reaktor. Didalam kantong plastik besar yang disebut reaktor itulah kotoran sapi diolah menjadi energi pengganti bahan bakar minyak (BBM).

Setelah memastikan reaktornya penuh, Ibu tersebut segera mencuci bersih tangannya dan bergegas masuk ke dapur. Kompor kecil berbahan bakar biogas di meja dapur menjadi tujuannya. Kemudian, dia membenarkan letak pipa penghubung gas dari biogas di dalam reaktor ke kompor.

Diambilnya korek dan menyulutnya di tengah kompor. Kompor pun menyala dengan warna api biru. Sebiru kompor berbahan gas elpiji yang beberapa waktu lalu dibagikan pemerintah. Dia pun memasak nasi untuk keluarganya pada hari itu.  Sejak menggunakan biogas, ia  tak lagi pusing dengan kelangkaan BBM jenis minyak tanah maupun elpiji.

Keuntungan dari pengembangan bio gas ini, kompor jauh lebih efisien dan irit. Dia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli minyak tanah seperti sebelumnya dilakukan. Walau untuk modal awal diperlukan biaya yang cukup tinggi untuk satu reaktor Biogas. Namun kompor akan awet selama delapan tahun. “Dengan waktu memasak empat jam secara terus menerus selama sehari, memang lebih hemat dari membeli minyak tanah,” tambahnya

Di sekitar rumah penduduk di Tutur, Nongkojajar  memang ada puluhan ekor sapi yang digemukkan. Setiap hari ada puluhan ton kotoran sapi yang dihasilkan. Dulu limbah itu dibuang begitu saja, atau sekadar dijadikan kompos atau pupuk kandang. Sekarang kotoran sapi ini bisa jadi barang berharga.

Pembuatan Biogas

Bio gas sangat mudah diproduksi. Bahan dasarnya berupa kotoran sapi diaduk ke dalam drum. Komposisinya setengah drum diisi kotoran sapi . Baru seperempatnya ditambahi air. Setelah komposisi itu terpenuhi, kotoran sapi dan air diaduk merata. Ampas kotoran dari rumput-rumputan yang belum halus oleh proses pencernaan di dalam perut sapi dipisahkan. Ini dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan saat dimasukkan ke dalam reaktor.

Setelah dipastikan terpisah, campuran air dan kotoran sapi bisa ini dimasukkan ke dalam reaktor. Dulunya, di dalam reaktor itu diberikan obat semacam perangsang pertumbuhan gas yang memang telah potensial ada terkandung di dalam kotoran sapi. Tapi hanya sekali saja waktu pertama pemakaian. Selanjutnya mudah saja,  kotoran sapinya diulet dengan air dan dimasukkan ke dalam reaktor.

Di dalam reaktor, proses pembuatan gas itu terjadi secara alami. Gas ini pun langsung dapat dialirkan ke kompor melalui pipa penghubung reaktor dan kompor dan nyala api pun bisa didapatkan. Kompor siap dipakai. Dengan campuran sebanyak satu drum ini, kompor bisa bertahan selama seharian penuh. Bahkan tidak mati walau dipakai terus menerus selama empat jam lamanya, jika bahan bakunya melimpah dan reaktor terisi terus.

Melihat kegunaan program Biogas ini, maka CU Sawiran bertemu dengan beberapa lembaga seperti ILO, HIVOS dan SNV untuk mendiskusikan program yang mendukung biogas ini. Diharapkan CU Sawiran dapat mendukung anggota untuk lebih maju dan efisien dalam memanfaatkan energi alternatif ini. Bagaimana pendapat anda?

Berawal Dari Kepercayaan

May 6, 2010 Leave a comment

Beberapa saat yang lalu kami menanyakan kepada anggota, kenapa memilih CU Sawiran. Seorang anggota CU, mengaku tertarik bergabung dengan Sawiran  karena mengetahui manfaat yang akan diperolehnya.

“Saya mendengar banyak keuntungan yang akan diperoleh dengan menabung di Sawiran. “Saya khawatir gaji saya akan habis begitu saja jika tidak ditabung. Di Sawiran, saya mempunyai kewajiban menabung setiap bulan, dalam simpanan wajib.” menurutnya banyak keuntungan yang diperolehnya , tidak hanya simpanan sahamnya bertambah, namun keuntungan anggota yang lain juga dapat dinikmati, salah satunya adalah pinjaman. Anggota tidak begitu saja dapat meminjam dana di Sawiran, karena punya kewajiban menabung dahulu setelah mendaftar.

”Saya menjadi terbiasa menabung, dan memperoleh manfaat dari berbagai bentuk balas jasa yang diberikan CU,” kata  anggota tersebut yang sudah menjadi anggota sejak tahun 2007.

Baginya, menabung di lembaga keuangan lain, sama sekali tidak memberikan keuntungan karena yang diberikan hanyalah keuntungan kecil untuk setiap nasabah. Hal ini berbeda dengan yang diterapkan oleh credit union.

Berbagai Manfaat Credit Union

Keberadaan CU, memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Mungkin sebagian orang masih bertanya-tanya, apakah CU   sama dengan koperasi simpan pinjam atau lembaga keuangan lain?

Credit Union, tentu saja beda dengan koperasi simpan pinjam atau lembaga perbankan umumnya. Manfaat credit union bagi anggota adalah mengubah pola pikir. Dari yang terbiasa instan – mendaftar langsung dapat pinjaman dan langsung menggunakannya – menjadi menciptakan modal (saham) terlebih dahulu dengan menabung secara rutin. Jika telah mengumpulkan modal melalui simpanan saham, baru dapat memanfaatkan atau meminjam dana. Hal inilah yang membuat credit union berbeda dengan lembaga keuangan lainnya,”

Selain itu, di CU Sawiran, seorang anggota  dapat mengubah kebiasaannya dari tidak biasa menabung menjadi biasa menabung. Anggota CU Sawiran  selalu mempunyai dana dalam bentuk simpanan saham yang terus meningkat, dan selalu bisa memanfaatkan simpanan saham tersebut untuk mengingkatkan kualitas ekonomi dan usaha mereka. Menabung di Sawiran berbeda dengan menabung di lembaga lain. Biasanya setelah menabung, uang tersebut ditarik untuk dipergunakan. Tetapi di CU Sawiran tetap ada dana yang tersimpan untuk keperluan dan langkah-langkah ke depan.

Kepercayaan anggota

Seiring dengan semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada  CU Sawiran , jumlah TP (Tempat Pelayanan) pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Dari satu TP di Dusun Sawiran Nongkojajar, saat ini kami dapat melayani anggota di sebelas TP.  Jumlah anggota yang terus bertambah tiap tahunnya, tidak terlepas dari upaya pengurus, pengawas dan manajemen dalam menerapkan prinsip manajemen yang terbuka, di mana setiap perkembangan selalu ditampilkan per bulan.

Adanya unsur kepercayaan dan kebersamaan yang diutamaka, maka di  CU Sawiran setiap anggota dapat mengetahui setiap perkembangan yang terjadi di CU. Melalui bulletin ini anggota mendapatkan informasi dari bulan ke bulan tentang kemajuan CU Sawiran. Setahun sekali Rapat Anggota Tahunan (RAT) digelar secara terbuka. Para anggota dapat mengetahui apa saja yang terjadi dan berkembang di Sawiran.

Kepercayaan adalah hal yang utama bagi pelayanan CU Sawiran ke masyarakat luas. Menjadi anggota ataupun tidak adalah pilihan anda. Kami akan tetap memberikan yang terbaik. Salam.

Konsep Credit Union Benar-Benar Berdasarkan Kepercayaan

May 6, 2010 Leave a comment


Pernah menikmati  rengginang? Camilan ini adalah makanan  yang terbuat dari beras ketan, dibentuk bulat tipis, dibumbui dengan garam dan terasi. Biasanya dijual dalam bentuk mentah, maupun yang sudah digoreng. Sore hari duduk menonton tv sambil ditemani rengginang dan secangkir kopi, wah nikmatnya… Rengginang ternyata lebih gurih apabila ditambah lorjuk, sejenis sejenis kerang yang biasa hidup di pantai,  apabila digoreng berwarna kecoklatan, dan rasanya gurih.

Rakhmad Maulidi (28 th) mempunyai misi mengangkat makanan khas Madura ini ke “kelas yang lebih tinggi” dengan  mengusung label “MaduraFood” “Dalam waktu dekat madurafood akan mencoba promosi lewat internet” ungkapnya untuk rencana kedepan. Berbekal kemauan dan semangat yang tinggi, Rakhmad berhasil mengubah pandangan orang bahwa makanan Madura tidak hanya Soto, namun juga Rengginang Lorjuk , Kacang Mete Madura, dan yang menarik ada makanan bernama Emping Teki yang kolesterolnya jauh lebih rendah dari emping melinjo.

Mengapa makanan Madura? Karena unik dan membuatnya tidak mudah, tuturnya. Ia mengambil contoh salah satu cemilan yang paling laris yaitu rengginang lorjuk. “Lorjuk adalah salah satu jenis kerang yang hidup dipantai yang biasa dijadikan bahan camilan,” jelasnya.  Kebanyakan penangkap lorjuk adalah ibu-ibu yang suaminya adalah nelayan. Proses penangkapannya cukup sulit. Pasalnya, menangkap lorjuk harus diimbangi dengan ketersediaan alat dan kelihaian penangkapnya serta harus dilakukan ketika subuh dan siang hari ketika air laut surut, Pada saat air surut itulah mereka harus bersiap menggali pasir di sungai sampai ada lorjuk di dalam pasir tersebut.

Sesuai dengan misi CU Sawiran yang mengangkat perekonomian masyarakat, Rakhmad bergabung karena ingin mengetahui lebih jauh tentang system CU. Ia melihat system credit union yang terbuka dan jelas system pengelolaanya karena itu CU lebih jauh berkembang dibandingkan lembaga keuangan mikro lainnya. Di Sawiran anggota benar-benar pemilik saham, yang artinya pemilik CU itu sendiri. “Saya pernah datang ke beberapa lembaga keuangan untuk menjadi anggota, tapi semuanya menolak saya,” ceritanya,” kalau mau pinjam boleh, tapi jadi anggota tidak boleh. Itu menunjukkan bahwa lembaga tersebut adalah milik beberapa investor dan menjadi sarana untuk mencari keuntungan bagi orang-‑­

orang yang punya dana lebih.” Belum lagi hanya orang-orang yang punya asset yang bisa menggunakan jasa lembaga tersebut. Menurutnya, hal ini sungguh jauh melenceng dari konsep dasarnya.

“Hanya di CU Sawiran saya melihat bahwa konsepnya benar-benar berbeda. Anggota adalah pemilik saham sesungguhnya. CU memberikan kepercayaan kepada anggota dengan memberikan pinjaman sesuai dengan kebutuhannya dan juga memberikan bimbingan untuk mengembangkan usaha anggotanya, selain itu anggota juga memberikan kepercayaan kepada lembaga dengan menyimpan dananya dalam bentuk saham. Keuntungan yang diperoleh lembaga pun dikembalikan kembali kepada anggota.” Semuanya itu dipaparkan secara jelas dan terbuka, sehingga anggota pun mengetahui kemana dananya dialirkan. Jadi ada imbal balik yang berimbang dan saling menguntungkan antara CU dan para anggotanya.

Meskipun pernah gagal di usaha laundry yang dijalankan di rumahnya, Rakhmad tidak menyerah. Keinginannya untuk berwirausaha tidak pernah pupus. Meskipun gagal di usaha pertamanya, dia tetap jeli mencari peluang. Lulusan STIKI tahun 2006 ini ingin menekuni usaha serta membangun bisnis yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, yakni usaha service komputer. “Saya yakin Sawiran akan mendukung saya,” ucapnya pasti.

Terima kasih ya pak, semoga usaha anda selalu lancar dan cita-cita anda segera tercapai.

MaduraFood

Perum Kenangan Jaya no A-12

Jl. Teluk Grajakan – Plaosan Timur, Malang

Telp. 08179381604/0341-9071929

E-mail : idiluam@gmail.com

http://www.madurafood.com

Credit Union adalah kabar baik bagi semua orang

May 1, 2010 Leave a comment

“Saya tidak butuh pinjaman, jadi untuk apa saya bergabung di CU Sawiran?”. Kalimat ini pernah terlontar dari salah satu bapak ketika kami mengadakan sosialisasi.

Tidaklah benar apabila credit union disamakan dengan koperasi simpan pinjam, atau dianggap hanya membagi-bagian uang dalam bentuk pinjaman untuk mendapat keuntungan.

Mengapa? Karena CU adalah lembaga yang tidak menomorsatukan keuntungan, tidak juga memberikan derma, tapi memberikan pelayanan kepada anggota agar meraih kesejahteraan yang lebih tinggi (not for profit, not for charity, but for service)

Credit Union adalah salah satu solusi pemberdayaan ekonomi yang bisa melibatkan banyak kalangan masyarakat, lintas agama bahkan lintas usia, agar mereka bertanggungjawab akan masa depannya masing-masing. Yang pra sejahtera bisa naik menjadi lebih sejahtera; yang sudah sejahtera pun bisa memiliki nilai sosial dari uang simpanannya untuk digunakan bagi mereka yang membutuhkan. Bukan sekedar charity atau donasi, tetapi menjadi modal untuk mengangkat taraf hidup mereka sendiri.

Apakah anda menyadari, bahwa dengan menempatkan uang anda di credit union meskipun anda tidak membutuhkan pinjaman berarti memberikan kabar baik yang ingin didengar mereka yang berada dibawah garis kemiskinan.

Kabar baik bahwa sebentar lagi mereka tidak miskin lagi. Kabar baik bahwa sebentar lagi anak-anak mereka bisa terus sekolah. Dan  adalah adanya  jaminan pensiun bagi mereka kalau  mau mempersiapkannya dari sekarang.

Kabar baik lainnnya adalah bahwa mereka yang meninggalpun tidak meninggalkan ‘hutang’, tapi justru bisa meninggalkan ‘berkat’ bagi ahli warisnya karena pinjamannya mendapatkan proteksi.

Dari semua hal diatas yang paling penting adalah adanya perubahan pola pikir masyarakat melalui pelatihan dan pendidikan bagi para anggota sehingga mereka memiliki keinginan kuat untuk keluar dari keterbatasannya dan dipersiapkan menjadi wirausaha yang tangguh.

Maka mendirikan CU adalah suatu kabar baik bagi semua orang karena tujuannya adalah : membimbing dan mengembangkan sikap hemat menghadapi tantangan konsumerisme disekeliling kita.  Memberikan pinjaman layak, tepat, cepat dan murah; terutama bagi mereka yang tidak memiliki aset yang dapat dijaminkan ke lembaga keuangan. Membiasakan anggota agar menggunakan uang dengan bijaksana. Think Twice, Act Wise.

Para pengurus dan manajemen akan membimbing bagaimana memilih simpanan dan menggunakan pinjaman. Pembentukan karakter adalah salah satu prasyarat bagi permohonan kredit. Dan agar anggota dapat merancang masa depan yang lebih baik tidak hanya menghadapi kesulitan sekarang, tapi juga memikirkan masa depan anak-anaknya.

Jadi ,mari menyebarkan kabar baik ini bagi semua orang : bahwa credit union adalah sebuah solusi yang sungguh nyata adanya.

Categories: Article

CU Makmur Bersama” BERBAGI KASIH tanpa kenal batas waktu dan sekat agama.

May 1, 2010 Leave a comment

From: Hubertus Woeryanto
5 tahun sudah, CU Makmur Bersama, di wilayah St. Robertus paroki St. Arnoldus, Bekasi. Inisiatornya bbrp umat katolik setempat, langsung membaur dgn masyarakat. Jumlah anggota skrg 180 orang, mayoritas non katolik. Simpanan anggota hampir setengah M dan akumulasi pelayanan pinjaman 1,2 M. Blm besar benar, tp bukan itu fokusnya. Yg penting, umat bisa dan sadar menggaramadi masyarakat, BERBAGI KASIH tanpa kenal batas waktu dan sekat agama. Menantikan partisipasi aktif, khususnya dari St. Arnoldus teristimewa kawula muda. Tuhan Yesus memberkati selalu.

From: Hubertus Woeryanto
“CU Makmur Bersama”: CU = Credit Union, lembaga pelayanan jasa keuangan, menerapkan prinsip “not for profit, not for charity but for service”. Di bahasa Idonesiakan “Koperasi Kredit = Kopdit”, perintisnya almarhum Pastor Albrecht SJ, dikenalkan pada akhir dekade 1960-an dgn pintu masuk bbrp keuskupan a.l. Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang terus merambah ke keuskupan2 lain di Indonesia. Sangat cocok untuk memberdayakan, bukan memperdayakan, masyarakat teristimewa kaum lemah dan miskin. Makmur Bersama = nama CU yg saya ceriterakan di atas. Sallam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Categories: Article
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.